Ramai-ramai Luncurkan Satelit

18 May 2017

Indosat Ooredoo telah menyiapkan Palapa-D dengan satelit pengganti bernama Palapa-N1 | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Yogyakarta

 

 

Berbanding lurus dengan sektor swasta, pemerintah juga tak kalah telah menyiapkan peluncuran satelit HTS. Disampaikan, satelit pemerintah itu lepas landas pada tahun 2021.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, mengungkapkan bahwa penggarapan satelit HTS punya pemerintah akan ditender. Proses tender itu dilakukan pada semester kedua tahun ini.

“Kami struktur satelit HTS pemerintah ini seperti proyek Palapa Ring, yaitu menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Tender pertengahan tahun ini, dimulai (pembuatannya) pertengahan 2018, sehingga bisa meluncur di 2021,” pungkas menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut.

SSL juga telah ditunjuk oleh Telkom sebagai penyedia satelit Telkom-4 yang akan digunakan untuk layanan fixed satellite di Indonesia, India, dan Asia Tenggara.

Sementara itu, Palapa-N1 yang dioperasikan oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), perusahaan joint venture antara Indosat Ooredoo dan PSN ini baru diluncurkan pada tahun 2020. Dan itu diklaim jadi satelit HTS kedua yang dimiliki Indonesia.

Gairah berbisnis satelit HTS juga dijalankan oleh Universal Satelit Indonesia (Unisat). Dengan memanfaatkan slot orbit 103 derajat Bujur Timur (BT) milik oleh Intersputnik, satelit Unisat akan mengangkut sekitar 38 transponder akan berada di atas wilayah Padang dan Jambi. Satelit Unisat direncanakan tahun 2020.

Satelit yang menghabiskan investasi sebesar USD 237 juta itu rencananya akan diluncurkan di markas SpaceX, tepatnya di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Dengan bobot 2,5 ton, satelit itu akan mengangkut hingga 56 transponder.

Bila sukses meluncur, maka PSN-6 akan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur. Satelit tersebut akan dimanfaatkan sebagai media jaringan suara dan data, internet pita lebar, serta distribusi siaran di seluruh kepulauan di Indonesia.

Di tahun yang sama, Telkom juga menjadwalkan peluncuran Telkom-4 pada tahun 2018 mendatang. Pengganti dari Satelit Telkom-1 ini nantinya akan menggunakan teknologi broadband satelit yang bisa memancarkan akses internet 100 Gbps dari angkasa.

CEO PT PSN Adi Rahman Adiwoso, menuturkan satelit tersebut tengah dirampungkan produksinya oleh perusahaan wahana antariksa asal Amerika Serikat, Space System/Loral (SSL).

“Prosesnya sekarang sedang dibangun sama SSL. Satelitnya mungkin selesai pertengahan tahun depan dan diluncurkan akhir tahunnya,” ujar Adi saat ditemui detikINET di sela-sela kesepakatan kerjasama pembelian Satelit Palapa-N1 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Indosat Ooredoo telah menyiapkan Palapa-D dengan satelit pengganti bernama Palapa-N1. Meski satelit tersebut berjenis High Throughput Satellite (HTS), tapi itu bukanlah yang pertama dimiliki Indonesia.

Sebab satelit jenis serupa akan diluncurkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tahun depan, sehingga itu dinobatkan satelit HTS pertama yang dipunyai oleh Indonesia. PSN-6 merupakan satelit HTS yang dimaksud.

Satelit Hasil Kerja Sama Indosat dan PSN Siap Mengudara 2020 | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Yogyakarta

 

Salah satu yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan satelit adalah mengubah cara pandang pemerintah yang tak lagi sekadar berfungsi sebagai regulator dan bersifat adminstrasi, tetapi harus berurusan lebih dalam, termasuk berhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sebagai informasi, satelit hasil kerja sama ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar US$ 200 juta untuk seluruh proses, mulai dari pengembangan sampai peluncuran. Adapun keluaran dari satelit Palapa-N1 mencapai 12Gbps.

CEO PT Pasifik Satelit Adi Rahman Adiwoso menuturkan kerja sama dengan Indosat ini turut menunjukkan komitmen PSN di industri satelit. Harapannya, satelit ini dapat memecahkan masalah kesenjangan digital yang ada di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang turut menyaksikan penandatangan ini mengatakan satelit menjadi salah satu solusi memenuhi kebutuhan broadband di Indonesia. Maka itu, ia sangat mendorong pertumbuhan ekosistem satelit di Tanah Air.

Satelit ini akan membantu mempercepat penetrasi broadband dan layanan penyiaran di Indonesia sekaligus menjadi bagian penting untuk layanan Business-to-Business (B2B) Indosat Ooredoo,” tutur CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli saat penandatangan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Satelit yang diberi nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1 ini akan dilepas dengan peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di Tiongkok. Satelit yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini dikembangkan dengan Chinese DFH 4 Bus.

Indosat Ooredoo dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui joint venture PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan produsen satelit asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Melalui kerja sama ini, CGWIC akan mengerjakan sekaligus mengorbitkan satelit dalam proyek strategis itu. Satelit ini akan menggantikan Palapa-D pada slot orbit 113 derajat Bujur Timur yang habis masa operasinya pada 2020.

Indosat Ooredoo dan PSN Membeli Satelit Palapa N-1 dari Tiongkok | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Yogyakarta

PT PSN akan membuat dan mengoperasikan satelit Palapa-N1 sebagai pengganti satelit Palapa-D milik Indosat Ooredoo. CEO PT PSN Adi Rahman Adiwoso berharap kerja sama ini mampu memecahkan masalah kesenjangan digital sekaligus mempercepat penetrasi akses internet ke seluruh wilayah Indonesia. “Adalah sebuah kehormatan bagi PSN dapat bekerja sama dengan Indosat Ooredoo dan PT PSN. Kami selalu membangun kerja sama yang erat dengan mitra strategis dalam melanjutkan komitmen di industri satelit,” ujarnya.

Dengan penandatanganan kerja sama pembelian satelit ini, Indosat Ooredoo tak hanya menjadi operator seluler dan telekomunikasi digital, tapi juga sebagai penyedia layanan satelit di Indonesia. “Hal ini menggarisbawahi komitmen kami kepada para pelanggan, terutama pelanggan bisnis, akan keberlanjutan layanan dan kerja sama jangka panjang dengan mereka,” ujar Alexander.

Rudiantara, yang hadir dalam acara konferensi APSAT 2017, mengatakan pembicaraan tentang bisnis satelit baru ramai dalam dua tahun terakhir. Sebab, semua stakeholder bisnis satelit di Indonesia menganggap bisnis ini berisiko tinggi jika gagal, sementara return-nya lebih rendah dari bisnis seluler. “Tapi pemerintah percaya, dengan semakin membaiknya pembangunan infrastruktur, rasa percaya diri para stakeholder juga akan meningkat. Puncaknya adalah hari ini dengan ditandatanganinya perjanjian komersial satelit Indosat 113 derajat, yang artinya untuk 113 derajat itu, 3 tahun lagi pada 2020 kebutuhan satelit sudah aman,” katanya.

Menurut Alexander, satelit baru ini akan membantu mempercepat proses penetrasi broadband di Indonesia, mempercepat terwujudnya masyarakat digital Indonesia, dan mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menjadi negara digital terbesar di Asia Tenggara. “Jadi kami sangat gembira dengan pencapaian proyek ini. Indosat Ooredoo telah bekerja keras dengan mitra strategis kami untuk mewujudkan kerja sama yang luar biasa ini,” ujarnya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan penandatanganan kontrak kerja ini membuktikan komitmen penuh perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses broadband bagi masyarakat dan pelaku bisnis Indonesia. Akses broadband adalah kunci bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan manfaat yang lebih banyak dari dunia digital.

Untuk mewujudkan hal tersebut PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui perusahaan joint venture (JV), PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), menandatangani kesepakatan kerja sama pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC). Penandatanganan kerja sama ini disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam acara Asia Pacific Satellite Communications Systems International Conference (APSAT) 2017 di Ballroom Faimont Hotel, Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

Indonesia memiliki kondisi geografis yang unik karena terdiri atas banyak pegunungan dan pulau yang tersebar. Dengan kondisi ini, satelit memiliki peran strategis untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperluas akses broadband guna mengurangi kesenjangan digital di Indonesia.

 

PT Kontak Perkasa


TAGS PT Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa Kontak Perkasa Futures Bisnis


-

PT Kontak Perkasa Futures


Follow Me