NPG akan Pakai Logo Domestik, Bukan Lagi Visa atau Mastercard

19 May 2017

(BI) menargetkan implementasi National Payment Gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 


“Ketiga lembaga ini masing-masing akan menjaga interkoneksi dan interoperabilitas yang optimal,” ujarnya.

Lembaga standard bertujuan untuk memastikan jika alat pembayaran ritel seperti katu debit sudah memenuhi standar agar bisa diterima atau diproses di seluruh devices/reader/mesin electronic data capture (EDC). Kemudian memastikan alat-alat tersebut bisa menerima dan memproses alat bayar seperti kartu debit.

Onny menjelaskan, NPG sendiri berkonsep interkoneksi lintas switching domestik yang bertujuan untuk mewujudkan interkoneksi dan interoperabilitas instrumen pembayaran ritel nasional.

Menurut Onny untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan penyelenggara NPG yang terdiri dari Lembaga Standard, Lembaga Switching dan Lembaga Sevices.

Bank sentral menyebutkan, NPG berkonsep menghubungkan transaksi pembayaran secara nasional. Jadi, nantinya di kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik tak lagi menggunakan Visa atau MasterCard seperti yang sudah ada selama ini.

“Nanti akan ada logo domestik atau nasional di kartunya,” ujar Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/5/2017).

Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi National Payment Gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional bisa dilakukan Juli mendatang. Nantinya, akan ada logo domestik atau nasional untuk menggantikan logo internasional sebelumnya.

Sudah Tahu? BI Sedang Uji Coba Gerbang Pembayaran Nasional | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 

Kemudian, BI juga menggandeng 3 perusahaan prinsipal antara lain Artajasa Pembayaran Elektronis, Alto Network dan Rintis Sejahtera. Ketiga lembaga ini akan membangun infrastruktur yang berfungsi sebagai pusat penghubung penerusan data transaksi pembayaran melalui jaringan yang menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, uang elektronik atau transfer dana.

Selama ini kartu debit dan kredit di Indonesia masih menggunakan jaringan internasional seperti Visa dan MasterCard yang pemrosesan data pembayaran dilakukan di luar negeri.

Nantinya, dengan NPG seluruh pemrosesan data pembayaran dilakukan di Indonesia. Dengan ini BI mengharapkan bisa terjadi efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Sementara saat ini sudah ada bank yang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang memadai,” ujar dia.

BI sebelumnya sudah menggandeng 4 bank nasional yang transaksi kartu debitnya mewakili 75% transaksi debit nasional, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Keempat bank ini akan bertindak sebagai acquirer yakni mampu melakukan kerja sama dengan pedagang untuk memproses transaksi dari uang elektronik yang diterbitkan.

Kami akan lanjutkan uji coba hingga sistem stabil kami harap Peraturan BI (PBI) bisa keluar Mei dan kita bisa implementasi di Juli,” ujar Onny saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/5/2017).

Dia menyebutkan, BI saat ini sedang menyiapkan teknis operasional, sisi bisnis dan sisi kelembagaan yakni lembaga standar dan servis.

Menurut Onny, di NPG ini BI mengedepankan interkoneksi dan interoperabilitas. Kemudian mempersilakan yang siap untuk berpartisipasi dan tidak melakukan monopoli.

Bank Indonesia (BI) saat ini sedang mengembangan National Payment Gateway (NPG) atau sebuah sistem untuk memproses transaksi pembayaran secara elektronik seperti kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik di dalam negeri.

BI menyebutkan saat ini pemrosesan transaksi kartu debit domestik masih ada yang dilakukan di luar negeri. Menurut BI, NPG ini bisa meningkatkan ketahanan, kemandirian dan meningkatkan daya saing sistem pembayaran dalam negeri.

Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, saat ini bank sentral sedang melakukan uji coba teknis dan operasional untuk uang elektronik dan kartu debit domestik.

Sudah Tahu? BI Sedang Uji Coba Gerbang Pembayaran Nasional | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 

Kemudian, BI juga menggandeng 3 perusahaan prinsipal antara lain Artajasa Pembayaran Elektronis, Alto Network dan Rintis Sejahtera. Ketiga lembaga ini akan membangun infrastruktur yang berfungsi sebagai pusat penghubung penerusan data transaksi pembayaran melalui jaringan yang menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, uang elektronik atau transfer dana.

Selama ini kartu debit dan kredit di Indonesia masih menggunakan jaringan internasional seperti Visa dan MasterCard yang pemrosesan data pembayaran dilakukan di luar negeri.

Nantinya, dengan NPG seluruh pemrosesan data pembayaran dilakukan di Indonesia. Dengan ini BI mengharapkan bisa terjadi efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Sementara saat ini sudah ada bank yang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang memadai,” ujar dia.

BI sebelumnya sudah menggandeng 4 bank nasional yang transaksi kartu debitnya mewakili 75% transaksi debit nasional, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Keempat bank ini akan bertindak sebagai acquirer yakni mampu melakukan kerja sama dengan pedagang untuk memproses transaksi dari uang elektronik yang diterbitkan.

Kami akan lanjutkan uji coba hingga sistem stabil kami harap Peraturan BI (PBI) bisa keluar Mei dan kita bisa implementasi di Juli,” ujar Onny saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/5/2017).

Dia menyebutkan, BI saat ini sedang menyiapkan teknis operasional, sisi bisnis dan sisi kelembagaan yakni lembaga standar dan servis.

Menurut Onny, di NPG ini BI mengedepankan interkoneksi dan interoperabilitas. Kemudian mempersilakan yang siap untuk berpartisipasi dan tidak melakukan monopoli.

BI menyebutkan saat ini pemrosesan transaksi kartu debit domestik masih ada yang dilakukan di luar negeri. Menurut BI, NPG ini bisa meningkatkan ketahanan, kemandirian dan meningkatkan daya saing sistem pembayaran dalam negeri.

Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, saat ini bank sentral sedang melakukan uji coba teknis dan operasional untuk uang elektronik dan kartu debit domestik.

Bank Indonesia (BI) saat ini sedang mengembangan National Payment Gateway (NPG) atau sebuah sistem untuk memproses transaksi pembayaran secara elektronik seperti kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik di dalam negeri.

 

 

Kontak Perkasa Futures


TAGS PT Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa Kontak Perkasa Futures Bisnis


-

PT Kontak Perkasa Futures


Follow Me