Penumpang di Stasiun Gambir Naik 25 Persen

19 May 2017

Faktor peningkatan jumlah penumpang kereta api karena kenyamanan dan ketepatan kereta api | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 

Penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen, selama kurun waktu empat bulan itu, di antaranya Januari 2017 sebanyak 450.580 orang, Februari 2017 sebanyak 367.377 orang, Maret 2017 sebanyak 405.046 orang dan April 2017 sebanyak 447.326 orang.

“Tren peningkatan ini akan terus terjadi, seiring dengan semakin mulai mendekati angkutan Lebaran 2017 di Bulan Juni 2017 nanti,” ucapnya.

Menurut Suprapto, faktor peningkatan jumlah penumpang kereta api ini, selain karena kenyamanan dan ketepatan kereta api, juga dipengaruhi dengan terjadinya kemacetan jalan raya di sejumlah daerah, sehingga masyarakat lebih memilih transportasi kereta api sebagai angkutan mobilisasinya.

Kontribusi peningkatan jumlah penumpang ini berasal dari penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen dan Stasiun Gambir sebanyak 2,7 juta penumpang,” tuturnya.

Untuk Stasiun Pasar Senen dari Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1,7 juta penumpang. Jika dibandingkan dengan target yang telah ditentukan, yakni 1,5 juta penumpang, telah terjadi peningkatan sebesar 10 persen.

Suprapto menuturkan tren penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 1 selama periode Januari sampai dengan bulan April 2017 terus menunjukan tren peningkatan yang cukup signifikan. Pada kurun waktu tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta telah mengangkut sebanyak 6,7 juta penumpang.

Jumlah ini melebihi 10 persen dari program yang telah ditentukan dalam kurun waktu yang sama sebanyak 6,1 juta penumpang. Dari jumlah yang telah diangkut tersebut terdiri dari penumpang kelas eksekutif 856.076 orang, kelas bisnis sebanyak 181.748, kelas ekonomi 1,6 juta penumpang dan ka lokal 4,1 juta penumpang.

Senior Manajer Daop 1 Jakarta Suprapto mengatakan dari periode Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1.027.326 penumpang. Rinciannya, pada Januari 2017 sebanyak 269.486 orang, Februari 2017 sebanyak 223.054 orang, Maret 2017 sebanyak 253.592 orang dan Bulan April 2017 sebanyak 281.194 orang.

“Jumlah penumpang yang naik di Stasiun Gambir dari periode Januari sampai April 2017 sebesar 1.027.326 orang ini, merupakan peningkatan sebesar 25 perse dari jumlah yang diangkut pada tahun lalu dalam kurun waktu yang sama yakni 761.870 orang,” paparnya di Jakarta, Jumat (19/5).

Penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tercatat mengalami kenaikan 25 persen periode Januari-April 2017 yang merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan dengan stasiun-stasiun lainnya di Daerah Operasi 1 Jakarta.

Penumpang KA dari Gambir naik 25 persen | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 

Penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen, selama kurun waktu empat bulan itu, di antaranya Januari 2017 sebanyak 450.580 orang, Februari 2017 sebanyak 367.377 orang, Maret 2017 sebanyak 405.046 orang dan April 2017 sebanyak 447.326 orang.

“Tren peningkatan ini akan terus terjadi, seiring dengan semakin mulai mendekati angkutan Lebaran 2017 di Bulan Juni 2017 nanti,” katanya.

Menurut Suprapto, faktor peningkatan jumlah penumpang kereta api ini, selain karena kenyamanan dan ketepatan kereta api, juga dipengaruhi dengan terjadinya kemacetan jalan raya di sejumlah daerah, sehingga masyarakat lebih memilih transportasi kereta api sebagai angkutan mobilisasinya.

“Kontribusi peningkatan jumlah penumpang ini berasal dari penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen dan Stasiun Gambir sebanyak 2,7 juta penumpang,” katanya.

Untuk Stasiun Pasarsenen dari Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1,7 juta penumpang.

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditentukan, yakni 1,5 juta penumpang, telah terjadi peningkatan sebesar 10 persen.

Pada kurun waktu tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta telah mengangkut sebanyak 6,7 juta penumpang.

“Jumlah ini melebihi 10 persen dari program yang telah ditentukan dalam kurun waktu yang sama sebanyak 6,1 juta penumpang.

Dari jumlah yang telah diangkut tersebut terdiri atas penumpang kelas eksekutif 856.076 orang, kelas bisnis sebanyak 181.748, kelas ekonomi 1,6 juta penumpang dan KA lokal 4,1 juta penumpang.

“Jumlah penumpang yang naik di Stasiun Gambir dari periode Januari sampai April 2017 sebesar 1.027.326 orang ini, merupakan peningkatan sebesar 25 persen dari jumlah yang diangkut pada tahun lalu dalam kurun waktu yang sama yakni 761.870 orang,” katanya.

Suprapto menuturkan tren penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 1 selama periode Januari sampai April 2017 terus menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan.

Senior Manajer Daop 1 Jakarta Suprapto di Jakarta, Jumat, mengatakan dari periode Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1.027.326 penumpang.

Rinciannya, pada Januari 2017 sebanyak 269.486 orang, Februari 2017 sebanyak 223.054 orang, Maret 2017 sebanyak 253.592 orang dan Bulan April 2017 sebanyak 281.194 orang.

Penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tercatat mengalami kenaikan 25 persen periode Januari-April 2017 yang merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan dengan stasiun-stasiun lainnya di Daerah Operasi 1 Jakarta.

 

Perjalanan Kereta Bandung Terkena Dampak Kebakaran Stasiun Klender | PT Kontak Perkasa Futures Cabang Surabaya

 

Kereta lain yang berpotensi mengalami dampak dari insiden tersebut yakni KA 216 Serayu yang berangkat pukul 09.15. Hingga saat ini, kami akan terus memantau perkembangan untuk kepastian keberangkatan KA Serayu,” kata Joni melalui sambungan telepon, Jumat (19/5/2017).

Ia menambahkan, info dari pusat pengendali operasi KA Jakarta bahwa api mulai bisa dipadamkan pada jam 08.02.

Manager Humas PT KA Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, insiden kebakarab berdampak pada perjalanan kereta api yakni KA 19 Argo Parahyangn yang berangkat pukul 05:00 dari Stasiun Bandung menuju Gambir. Kereta tertahan di Stasiun Bekasi.

Terkait dengan insiden terbakarnya Stasiun Klender pada Jumat (19/5/2017) pukul 07:29, kereta api dari Bandung tujuan Stasiun Gambir tertahan tidak bisa melintas.

 

 PT Kontak Perkasa

 

 


TAGS PT Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa Kontak Perkasa Futures Bisnis


-

PT Kontak Perkasa Futures


Follow Me