• 27

    Dec

    Obama vs Trump: Sengketa meletus siapa yang akan menang

    Di alam semesta alternatif di mana Presiden Barack Obama berlari untuk masa jabatan ketiga terhadap Donald Trump, yang akan menang? Tidak mengherankan: Presiden dan presiden terpilih tidak setuju. Sengketa segar meletus Senin antara Obama dan penggantinya, didorong oleh renungan hipotetis Obama yang telah ia jalankan lagi, ia akan menang. Diwawancarai untuk podcast, Obama menyarankan ia masih memegang cukup kekuasaan atas koalisi pemilih yang memilih dua kali untuk mendapatkan mereka untuk memilih dia sekali lagi. “Saya yakin dalam visi ini karena saya yakin bahwa jika saya telah menjalankan lagi dan diartikulasikan itu, saya pikir saya sudah bisa memobilisasi mayoritas rakyat Amerika untuk rally di balik itu,” kata Obama kepada mantan penasihat Gedung Putih, David Axelrod, da
  • 27

    Dec

    Obama Says Dia akan mengalahkan Trump untuk Term Ketiga

    Presiden Obama mengungkapkan keyakinan bahwa, jika ia mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, dia akan mengalahkan Donald J. Trump, menurut sebuah wawancara yang disiarkan Senin dengan David Axelrod, temannya dan mantan penasihat. “Saya yakin bahwa jika saya - jika saya telah menjalankan lagi dan diartikulasikan itu, saya pikir saya sudah bisa memobilisasi mayoritas rakyat Amerika untuk rally di balik itu,” kata Obama di podcast Mr. Axelrod, “Axe The file, “mengacu pada pesannya inklusi dan membantu kelas menengah Amerika. “Saya tahu bahwa dalam percakapan yang saya punya dengan orang-orang di seluruh negeri, bahkan beberapa orang yang tidak setuju dengan saya, mereka akan mengatakan visi, arah yang Anda menunjuk ke arah adalah yang benar,” katanya.
  • 5

    Dec

    Geger Referendum Italia, Euro Ambruk Terhadap Dolar AS

    Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun ke tingkat terendahnya dalam 20 bulan terakhir. Ini terjadi setelah Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, mengumumkan pengunduran dirinya karena kalah pada referendum. Pada hari Minggu kemarin, rakyat Italia melakukan referendum untuk mengambil suara, apakah setuju dengan reformasi konstitusi yang dilakukan Renzi. Dari hasi perhitungan awal, Renzi tampaknya kalah. Kondisi ini membuat nilai tukar euro ambruk. Karena bila Renzi kalah dan mundur, akan muncul ketidakpastian politik dan ekonomi di Italia, dan akan berdampak kepada negara pengguna mata uang euro (eurozone). Dilansir dari AFP, Senin (5/12/2016), nilai tukar euro sempat menyentuh US$ 1,0508, yang merupakan nilai terendah sejak Maret 2015. Kementerian Urusan Dalam Negeri
-

PT Kontak Perkasa Futures


Follow Me